It's my blog helpng you find your answer ?

Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Monday, May 2, 2016

5 ALASAN KEHANCURAN DUNIA

Seperti kita ketahui dengan lajunya perkembangan global saat ini, majunya teknologi yang mulai tidak terkontrol, dan pola hidup lama yang telah tergantikan dengan pola hidup modern dimana manusia lebih banyak menghabiskan sumber daya alam terbatas dan cenderung berlebihan. Mengingat segala aspek kehidupan saat ini, saya bisa menarik kesimpulan bahwa "KIAMAT" telah dimulai.

Berikut ini adalah 7 alasan kehancuran dunia.

1. Habisnya Sumber Daya Alam Terbatas ( SDAT )

Seperti kita ketahui, kegiatan kita saat ini tidak terlepas dari konsumsi SDAT yang bisa dibilang berlebihan. Trending masyarakat yang terlalu menilai aspek materi menciptakan pemborosan SDAT yang berlebihan dan tidak efisien. Sarana listrik, moda transportasi, dan barang-barang konsumtif menjadi alasan utama habisnya SDAT bumi yang menyebabkan tidak stabilnya lapisan bumi akibat adanya kekosongan yang terdapat dalam lapisan perut bumi. Minyak Mentah adalah salah satu SDAT yang mulai habis, menurut data yang saya himpun dari cadangan minyak yang dimiliki 170 Negara. Setidaknya bumi hanya menyisakan sebesar 4.933.100.000.000.000.000 barrel, menurut data terakhir januari 2015 dengan konsumsi sekitar 800.000.000 barrel perharinya. Indonesia sendiri berada pada posisi ke 5 konsumsi minyaknya dengan konsumsi perhari mencapai 22.000.000 barrel. Posisi pertama ditempati China dengan konsumsi sebesar 56.000.000 barrel perharinya.
Anda bisa menghitung sendiri seberapa lama waktu yang tersisa sampai minyak bumi benar-benar habis?
Jadi Gunakanlah Dengan Se-Efisin mungkin. Hal ini belum termasuk berapa banyak sumber daya lain yang dikonsumsi seperti batu bara, logam, mineral, dll. Bayangkan bumi kita saat ini telah kehilangan pondasi didalamnya akibat terangkat naik ke permukaan, tentunya pergeseran lempeng bumi dan gempa vulkanik yang disebabkannya menjadi ancaman terbesar kepunahan manusia.

2. Kurangnya ketersediaan oksigen di atmosfir

3 abad lalu, bumi memiliki sekitar 80% kantung produksi oksigen dari seluruh daratan, bayangkan... Saat ini hanya tersisa sekitar 30% dari jumlah tersebut ? Pembangunan yang terjadi diseluruh belahan bumi daratan menciptakan hilangnya hutan yang tersedia. Basis kantung oksigen saat ini hanya terdapat pada Hutan Amazon, Hutan Papua, Hutan Kalimantan, dan Hutan di bagian Afrika Tengah. Tak heran jika seluruh pemerintahan disetiap negara saat ini mengusung program Green Growth City dinegaranya masing-masing. Kurangnya ketersediaan permukiman bagi masyarakat dan kurangnya kesadaran masyarakat saat inilah yang menyebabkan semakin berkurangnya lahan hijau. Masyarakat yang tidak ingin menempati rusun, apartement, dan sejenisnya hanya ingin membangun permukimannya sendiri. Dalam satu bangunan rusun, dapat menampung sekitar 100 dan bahkan lebih keluarga dilahan seluas 1 hektar. Tapi jika masyarakat bermukim per keluarga, setidaknya dibutuhkan lahan seluas 4 sampai 5 hektar lahan. Angka ini memang tidak terpaut jauh, tapi coba anda hitung sendiri jika seluruh penduduk bumi yang berjumlah 5 milliar lebih dikalkulasi menjadi 2 milliar keluarga memiliki permukiman masing-masing? Bayangkan berapa luas lahan yang dibutuhkan?
Hal ini sudah terjadi di negara timur tengah seperti Uni Emirat Arab, dimana pemerintah menimbun laut untuk membentuk daratan baru bagi ketersediaan lahan untuk tempat tinggal dan lain-lain. Amer
Beralih kesektor industri hutan. Kertas adalah barang yang termasuk kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Awalnya, manusia mencari solusi lain dengan ditemukannya alat elektronik seperti komputer. Sayangnya hal ini justru malah menambah jumlah konsumsi kertas dunia sebesar 30% menurut data yang dirilis PBB tahun 2014. Tahukah anda dibutuhkan sekitar 500 ton pulp ( bubur kulit kayu ) untuk membuat 1 roll kertas sepanjang 10.000 meter dengan lebar 2 meter? Anda mungkin menilai angka ini sangatlah banyak jika melihat massa sebuah pohon dengan diameter 15 cm sekalipun, tapi yang dibutuhkan dari pembuatan kertas hanyalah kulit pohonnya saja. Perlu diingat bahwa kulit pohon sangatlah ringan, tidak sampai 1% dari pohon itu sendiri. Jadi anda bisa hitung sendiri berapa banyak pohon yang ditebang untuk diambil kulitnya dengan pemakaian kertas dunia saat ini?
Pembalakan liar juga sangat merusak hutan karena banyak yang tidak melakukan reboisasi setelah menebang pohon. Dimasa kekaisaran jepang era shogun Yoshiaki. Mito Oda Hashiba Hideyoshi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Toyotomi Hideyoshi memerintahkan kepada para penebang untuk menanam 30 pohon untuk setiap pohon yang ditebang untuk kebutuhan benteng dan provinsi.
Pohon tidak sama dengan manusia, pohon memasuki masa dewasa diumur 50 tahun dan dapat hidup jika ditumbuh ditempat yang baik.
Rawatlah pohon yang telah memberi kita oksigen senilai milliaran rupiah dalam sehari jika menghitung satu tabung oksigen 50kg bernilai jutaan dirumah sakit.

3. Naiknya permukaan air laut

Permukaan air laut yang semakin tinggi akibat dari turunnya ketinggian daratan yang disebabkan banyaknya ruang kosong pada perut bumi akibat dari penggalian dan pengeboran tentu menjadi masalah serius yang harus dihadapi. Setiap tahunnya, air laut naik hingga 2-20cm. Di Jakarta sendiri air laut naik 15cm pertahunnya, Negara Belanda dan Sri Lanka malah daratan dibawah permukaan laut. Jika terjadi Tsunami, tentu efek dan jarak jangkau kerusakannya lebih besar karena tingginya air laut. Boulder pemecah gelombang yang terdapat dipantai juga tidak begitu efektif dalam memecah gelombang yang menambah abrasi semakin parah. Mulai mencairnya karang es dikutub juga menjadi salah satu faktor naiknya air laut, pencarian itu sendiri juga akibat perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global. Efek domino dari perbuatan manusia itu sendiri yang akan membawa manusia pada kehancurannya sendiri.

4. Perang Biokimia

Manusia adalah makhluk paling jenius untuk menemukan peralatan membunuh. Dalam 3 abad, manusia mengembangkan persenjataan dari yang berupa tombak, busur, dan pedang menjadi missile, artileri, dan nuklir. Bahkan organisme hidup yang berbahaya pun dijadikan senjata. Nuklir adalah senjata pemusnah massal yang sangat berbahaya dan berjangka panjang. Satu ledakan nuklir dapat melepaskan sinar gamma dengan panas mencapai 5000°C dan efek radioaktif yang mampu bertahan hingga jutaan tahun tergantung hulu ledak nuklir itu sendiri. Tragedi Chernobyle adalah salah satu bencana internasional terparah dimana meledaknya reaktor 2 pembangkit listrik nuklir yang melepaskan radioaktif diwilayah Ukraina dan menjadi wilayah terlarang akibat radioaktif yang tinggi dengan kapasitas diatas 10Mgh yang dapat membunuh manusia dengan seketika. Ilmuwan memprediksikan wilayah Chernobyle baru bisa ditempati lagi dalam 20.000 tahun kedepan. Penggunaan gas beracun pada masa perang dunia pertama juga menjadi contoh dimana banyak prajurit yang buta permanen akibat terkena gas beracun. Mengingat kondisi di asia timur dan eropa timur saat ini, bahaya perang nuklir menjadi ancaman terbesar dunia setelah 5 megatoon uranium nuklir dari iran sudah dibuang diluar angkasa sejak 2003-2013. Politik global yang sedang tidak kondusif dimana terjadi banyak kudeta dinegara-negara besar, Terorisme, ketidak percayaan masyarakat kepada para pemimpin negaranya karena banyaknya pejabat korup, dan tindakan kapitalis menjadi alasan utama kemungkinan pemicu perang nuklir dimasa yang akan datang. Teror yang terjadi di Timur Tengah contohnya, perang antar negara-negara NATO yang dibantu USA dan Russia dengan komplotan teroris ISIS dapat menjadi pemicu gesekan antar negara-negara yang berperang melawan ISIS. Jatuhnya pesawat jet tempur SU-24 RUSSIA didekat perbatasan Syria-Turki akibat ditembak pesawat jet tempur Turki menjadi pemicu panas antar negara. kedua negara tersebut sama-sama memiliki senjata pemusnah massal yang jika tidak segera diklarifikasi dapat memicu perang dunia ke-3. 

5. Evolusi Bumi

Evolusi bumi besar-besaran setidaknya telah terjadi sebanyak 2 kali. para era Dinosaurus dimana lempeng bumi bergeser untuk membentuk daratan baru, dan pada era zaman es saat perubahan iklim akibat hujan meteor menimpa bumi. Evolusi bumi sendiri masih terus berjalan hingga saat ini namun dengan skala yang jauh lebih kecil. ambil contoh Inggris, dinegara inggris. pergeseran tanah akibat lempeng bumi sendiri berkisar 2,5 cm pertahunnya. disamudra pasifik, pergeseran lempeng bumi terjadi cukup signifikan yang membentuk Tsunami. Jepang adalah negara yang paling terdampak akibat tsunami akibat dari pada kondisi geografis negara Jepang yang tepat berada diatas Lempeng asia. begitu pula Indonesia khususnya Sumatera, Jawa, Madura, Bali, sampai ke Nusa Tenggara yang juga berada pada jalur lempeng Austronesia. penggalian penggalian yang dilakukan untuk mencari SDAT membuat isi perut bumi menjadi kosong dan mempercepat pergerakan lempeng kerak bumi.
diperkirakan setidaknya ada 2.000 lebih gunung berapi aktif dan sekitar 18.000 gunung yang "Tidur". pergerakan lava akibat patahan lempeng bumi menyebabkan gempa vulkanik. bayangkan kalau setidaknya ada 10 gunung berapi aktif yang meletus secara bersamaan ? berapa banyak makhluk hidup yang akan musnah ? 
Belum lagi akibat pemanasan global yang menipiskan atmosfer bumi yang menyebabkan mencairnya es di Antartika dan Artik. banyak negara akan tenggelam jika Es di 2 benua tersebut benar-benar meleleh sepenuhnya. pengungsi dari negara-negara yang tenggelam akan menimbulkan efek berantai pada negara lain termasuk kondusifitas negara suaka. 

Saturday, October 25, 2014

Cara melihat hantu dan merasakan kehadirannya

terkadang bagi sebagian orang, hal-hal yang berbau mistis sangat menggoda untuk diketahui. rasa penasaran yang begitu kuat akan mendorong seseorang untuk sedikit melupakan resiko dari hal-hal yang akan dilakukannya untuk dapat berinteraksi dengan makhluk astral/halus. 9 dari 10 orang yang pernah melihat makhluk halus yang dapat saya percaya omongannya akan mengatakan kalau mereka tidak ingin melihat makhluk halus lagi untuk yang ke-dua kalinya. jadi bagi anda yang belum pernah melihat, sebaiknya berpikir dua kali untuk mencoba mencari tahu seperti apa makhluk halus itu. rasa penasaran memang mampu menutupi rasa takut, tapi saya ingatkan sekali lagi untuk tidak menjadikan makhluk halus sebagai bahan percobaan anda / candaan anda.

ok, tanpa basa basi, langsung saja saya menuliskan info yang saya dapat dari kebanyakan orang yang dapat berinteraksi dengan makhluk astral/halus.

cara panjang :

1. Ibadah yang teratur.
Ibadah yang teratur dan konsisten sesuai dengan apa yang diajarkan agama kepercayaan masing-masing dapat membuka jalur tenaga dalam yang ada pada tubuh atau biasa disebut dengan aura yang tentunya setiap individu memiliki aura yang berbeda-beda. selain shalat 5 waktu, cobalah untuk melakukan shalat witir pada tengah malam dengan tekun dan konsisten setiap malamnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

2. Berguru / mengikuti salah satu perguruan yang mengajarkan ilmu tenaga dalam.
untuk diingat sekali lagi, berguru pada seseorang atau mengikuti suatu aliran yang mengajarkan ilmu tenaga dalam tentunya tidak ada yang melarang. namun perlu diingatkan sekali lagi, jika anda ingin berguru atau mengikuti suatu aliran perguruan yang mengajarkan ilmu tenaga dalam, sebaiknya pilihlah yang tidak mengajarkan ajaran yang sesat dan jauh dari agama serta kufur. mempelajari ilmu tenaga dalam tidaklah mudah, butuh pelatihan yang baik dan benar agar pelatihan itu sendiri tidak membahayakan orang yang belajar dan orang lain yang tidak ikut-ikutan.

cara cepat :

1. mandi kembang tujuh rupa saat bulan purnama sempurna. kembang yang digunakan sebaiknya adalah kembang yang memiliki warna berbeda setiap kembangnya. setelah selesai mandi kembang, basuhlah muka dengan air bersih. duduk bersila menghadap ke barat sambil menutup mata lalu konsentrasikan pikiran anda dan tenangkan jiwa anda setenang mungkin. cobalah untuk merasakan sebuah tenaga ( terasa hangat pada telapak tangan anda ). tenaga yang anda rasakan bukan rasa hangat dari badan anda sendiri, melaikan lebih terasa seperti ada sesuatu yang berada diatas telapak tangan anda yang terasa hangat dan tidak kasat mata. perlahan-lahan sambil terus merasakan tenaga yang anda rasakan pada kedua tangan anda, usapkan pada mata anda. namun telapak tangan jangan sampai menyentuh mata anda, cukup beberapa cm didepan mata anda. setelah itu, coba buka mata anda perlahan-lahan. awalnya jika tenaga yang terkumpul tidak mencukupi, biasanya anda hanya akan melihat sebuah bayangan transparan disuatu tempat disekitar anda dengan sedikit cahaya yang sangat tipis bersinar disisi bayangan yang akan anda lihat. jika tenaga yang terkumpul mencukupi, anda akan melihat sosok yang lebih nyata dan lebih jelas.

2. mintalah pada seseorang yang mampu membuka mata batin anda.

3. percikkan air / basuh mata anda dengan air yang ada pada tunas kembang kelapa hibrida ( kelapa kuning ) pada saat pergantian hari ( pukul 00.00 waktu setempat ). insyaAllah anda akan melihat sesuatu yang anda tidak akan ingin lihat.

4. bakarlah kayu gaharu pada malam jum'at untuk mengundang kehadiran makhluk astral / halus. kayu gaharu adalah kayu yang biasanya digunakan sebagai dupa cina karena mengeluarkan bau kemenyan yang sangat kuat mengalahkan kayu pinus yang memang menghasilkan kemenyan dari getahnya. harga kayu ini sangat mahal jika ada dipasaran karena dipercaya banyak orang sebagai pohon makhluk astral / halus. perlu diingatkan kayu gaharu adalah kayu yang sangat sulit ditemukan, di tempat saya di Kalimantan, kayu ini biasa disebut kayu setan karena menurut para pemburu pohon gaharu. jika mereka dapat menemukan kayu tersebut, sebaiknya langsung ditebang karena jika dibiarkan / ditinggalkan bahkan jika hanya satu hari. pohon itu akan hilang tanpa bekas ditempat yang sama saat menemukan pohon tersebut. orang yang membakarkan kayu tersebut dengan maksud sengaja mengundang makhluk halus, biasanya akan dipercaya makhluk astral karena memberi mereka makan dan menunjukkan wujudnya / sosoknya.

Friday, January 25, 2013

Fingerboard

Underside of a Tech Deck fingerboard including Japanese-style Hook-Ups graphics.
A fingerboard is a working replica (about 1:8 scaled) of a skateboard that a person "rides" by replicating skateboarding maneuvers with their hand. It can also be referred to as a finger skate board or even a Tech Deck. The device itself is a scaled-down skateboard complete with moving wheels, graphics and trucks.[1] A fingerboard is 96 millimeters long or longer, and can have a variety of widths like 29/30mm (regular), and 32mm (wide). There are the 57mm minis and the 96mm regular and the cruiser boards. Skateboarding tricks may be performed using fingers instead of feet. Tricks done on a fingerboard are inspired by tricks done on real skateboards. Lance Mountain is widely credited as making the first fingerboard, and his skit in Powell-Peralta's "Future Primitive" video brought fingerboarding to the skateboarders of the world in the mid 1980s. Around the same time, he wrote an article on how to make fingerboards in TransWorld SKATEboarding magazine.[1]
Although fingerboarding was a novelty within the skateboarding industry for years, as skateboarding reach enormous and widespread popularity in the late 1990s, the folks at toymaker Spin Master realized the potential for the toys, and specifically for products bearing the logos and branding of real skateboarding brands. Their Tech Deck brand caught on during this period and has grown into a widely recognized brand itself. Fingerboards are now available as inexpensive novelty toys as well as high-end collectibles, complete with accessories one would find in use with standard-size skateboards.[2][3][4] Fingerboards are also used by skateboarders as 3-D model visual aids to understand potential tricks and maneuvers;[5] many users make videos to document their efforts.[6][7] Zoman Kozbaals, known as Larked Z, is widely recognized as one of the activitys leading innovators. Similar to fingerboarding, handboarding is a scaled-down version of a skateboard that a user controls with their hands instead of just fingers, while finger snowboarding utilizes a miniature version of a snowboard.
Fingerboards were first created as homemade toys in the late 1970s and later became a novelty attached to keychains in skate shops (but were also mentioned as a model for a skateboard.)[3] In the 1985 Powell-Peralta skateboarding video "Future Primitive," Lance Mountain rode a homemade fingerboard in a double-bin sink. It is widely accepted that this is where the idea for the Animal Chin ramp came from. Some consider this the earliest fingerboard footage available for public viewing. That homemade fingerboard was built from wood, tubes, and toy train axles.[1]
Fingerboards have been a peripheral part of the skateboarding industry since the late 1980s and were originally marketed as keychains.[1] Although barely "rideable," they were improved upon by the Tech Deck brand which mass produced a "rideable" miniature skateboard.[3] The first entertainment licensed fingerboards were introduced by Bratz Toys, released through a Hong Kong-based toy company named Prime Time Toys, and designed by Pangea, the company that helped develop the Teenage Mutant Ninja Turtles toy line for Playmates Toys. The designs were harnessed from entertainment properties such as "Speed Racer," "Woody Woodpecker," "NASCAR," "Heavy Metal," and "Crash Bandicoot." The licensed boards drove the Tech Deck brand into licensing strong urban brands, rather than simply creating their own designs. In the late 1990s, as fingerboards became more prominent outside the skateboarding community, X-Concepts' Tech Decks licensed "actual pro graphics from major skateboard brands" riding "the 1999 fingerboard wave right into Wal-Mart and other major outlets."[1] In 1999 there was a Tech Deck fashion of collecting one of each design similar to the Beanie Baby fad months prior.[1] Thus, Tech Deck, and its distributors at Spin Master Toys, suddenly found themselves a large market to milk. Entertainment-based fingerboard brands couldn't compete against the urban juggernaut, and eventually disappeared. Other "major players in the skateboard industry" soon followed in hopes of reaping profits as young toy-playing children would choose to take up fingerboarding.[1] More modern fingerboards feature "interchangeable wheels and trucks, a fairly accurate scale size, and pad-printed graphics reproduced from the most popular skateboard companies in the business."[1] They thus developed the fingerboard into a collectible toy and the practice into a "form of mental skating".[3]
Fingerboarding is popular in Europe, Singapore, Asia and the United States, and there is growing popularity in Eastern Europe.[3][8] Besides skateshops and the internet, Fingaspeak, a fingerboard store opened in Steyr, Austria although rumored to be the world's first fingerboard store, it joins a very small list of fingerboard stores that are available.[3] Although the sport of fingerboarding originated in the United States over 25 years ago it has really caught on fire in the European scene. The United States is following and it is estimated that although the popularity seems to be in favor of the Europeans, the American Fingerboard scene has equal sales. This may be due to the flooding of the market and the availability of resources in the United States. Fingerboarding has evolved from a hobby to a lifestyle for some people. Fingerboarders have regular "contests, fairs, workshops and other events".[1][3] Fingerboard-product sales were estimated at $120-million for 1999.[1]
Fingerboarding is a good match for videography as the action can be controlled and framing the activity offers opportunities for creativity.[9] With the rise of the online video business from early 2006,[10] fueled, in part, because the feature that allows e-mailing clips to friends,[11] several thousand finger board and handboard videos can now be found on popular video-sharing sites such as YouTube.[6][7][12] Thus even if the weather does not permit a skateboarder to practice outside they could try a potential trick with their scaled-down fingerboard and related items and share the video with whomever they wished.

[edit] Usage

Fingerboards are used by a range of people from those utilizing them as toys to skateboarding and related sports professionals envisioning not only their own skating maneuvers but for others as well and can include the use for planning out competition courses as skating boarding develops into an international sport. Similar to train enthusiasts building railway models, fingerboard hobbyists often construct and purchase reduced scale model figures that would be considered natural features to an urban skateboarder such as handrails, benches, and stairs they would be likely to encounter while riding. In addition users might build and buy items seen in a skatepark including half-pipes,[13] quarter pipes, trick boxes, vert ramps,[14] pyramids, banked ramps, full pipes, and any number of other trick-oriented objects.[15] These objects can be used simply for enjoyment and also to assist the visualization of skateboarding tricks or the "flow" from one trick to the next (or to create "lines"). Fingerboarding events feature some of the latest elaborate models and accessories; many of the manufacturers features photos and videos on their websites. 25St. World champion (2012) is Kirils Geizovs

[edit] Components

The parts of a fingerboard are: deck, tape (grip, rip...), trucks, bushings, king pins, and wheels. The trucks and decks can easily be modified (modding) to reduce weight, improve smoothness or look better. Modding tutorials can be found online. Decks are the major component of a board and where, on a standard skateboard, one would stand. There is a wide variety of decks with material ranging from wood to plastic, to paper. Most commonly, decks are made out of wood, as this gives it more "pop" and a more authentic feel. The average deck will have two kicks - a flared end used for leveraging the board - while some old-school models have only one end flared. During the early stages of the fingerboarding scene, decks traditionally had lower kicks like that of a Berlinwood Old Mold or a Tech Deck however, the "default" shape nowadays has medium kicks and low concave. Some decks have higher kicks, like Evolve, and if the kicks are very steep, they are referred to as "wall kicks".
Griptape is the friction tape adhered to the topside of the deck to enable users to more easily maintain control of the deck. There are many types of griptape. Some use standard skateboard griptape although the griptape may wear out faster on fingerboards as they endure more moisture from sweat and oils from user's hands. There are also softer alternatives and grippy tape which is less harsh on a user's fingers allowing them to fingerboard for longer periods of time. Examples of this tape are Riptape, FBS Extra Smooth, Pro-Tape and FlyTrapz Fingerboard Tape. Trucks are the structures attached to the bottom of the deck that house the wheels and bushings. Some trucks are all one molded piece while others are scaled-down versions of regular skateboard trucks. As fingerboarding has evolved "collector" and "pro" versions have emerged with some brands shaped using special instruments to make them lighter and look better. Bushings are pliable material that provide the cushion mechanism for turning a standard skateboard but on a fingerboard help stabilize the trucks thus keeping the wheels in the same position to enable stronger tricks and visual appeal. Collector and "pro" brand bushings are made from many different types of squishy material, usually rubberized plastic or rubber. The wheels can determine how smooth the ride is thus what kind of "flow" a user's ride can be. The professional brands are traditionally made out of a variety of different materials, and have small ball-bearings inside the bearings to enhance the smoothness.
Tech Deck makes hard plastic also wooden skateboards skateboards and borrows designs from many well-known skateboard manufacturers, such as Blind, Flip, and Element.[1] They use grip tape, and professional graphics. The stock trucks on Tech Decks are made of die-cast metal and have two separate axles for the wheels to roll on. The wheels are made out of plastic along with the bushings. Some fingerboarders prefer the feel and performance of decks made from wood. Wooden decks can be made from 3-7 plies of a given veneer; maple, walnut, and mahogany being the most popular. All of the hole-drilling and shaping is done by hand or with the aid of a machine, thus the price is higher. A wooden deck from a popular company can have a low to high price range usually depending on the quality of the deck you are going to purchase, prices range from 10 - $52 USD. Wooden fingerboard makers are now offering custom designs- you can chose from their line of graphics or send in your own. The wooden boards come in a variety of widths from 26 - 32mm and concave can vary greatly from maker to maker. Some companies offer even more customization options such as the choosing of the plies used to go into the deck, as well as the width/length of the deck Along with wooden decks, advanced fingerboarder's also tend to prefer bearing wheels to plastic. Bearing wheels can be made from a range of materials such as teflon, urethane, silicon, and fiberglass. The wheels are usually put into a lathe to ensure the best shape. Once the wheels have been readied, bearings are put into place to increase the smoothness of the wheels rolling on the axle. Tuning screws for the wheels cause the wheels to roll more smoothly. Rather than using the stock axles and kingpins that come on Tech Deck trucks, some more advanced fingerboards use tuning screws, softer 'foam griptape' and custom kingpins to ensure that wheels and hangars are more properly secured. Board rails can be added to the deck bottom similar to those used on a standard skateboard. Fingerboards made with plastic are sometimes modified by heating the plastic to shape it such as making the kicks higher or adding concavity.

[edit] Fingersnowboarding and handboards

Similar to fingerboarding, fingersnowboarding is snowboarding on a small-scale snowboard controlled with one's fingers. In December 1999 the first-ever World Snowboard Fingerboard Championships was held with a cash prize of C$1,000.00.[16] Sponsored by companies such as Gravity Fingerboards, Transworld Snowboarding and Snowboard Life magazines and others the competition featured twenty competitors utilizing a custom "fingerboard snowboard park."[16] Tom Sims, a world champion of snowboarding,[17] ended his run by landing his fingersnowboard into a flaming shotglass of Sambuka; he was treated for minor burns and donated his winning prize to Surfrider Foundation's Snowrider Project and to Board AID.[16] (A photo of the course can be seen [1].
A chicken on a mini-skateboard, similar to a handboard.
Handboards, similar to fingerboards, are a scaled-down version of a skateboard roughly half to a third of the size of a standard skateboard (11 inches) and utilizes a person's hands rather than just their fingers to control the board and perform tricks and maneuvers. Handboards, because of their larger size, more closely match details of a standard skateboard. For instance a skateboard truck, the wheel structure, would more likely to match part for part an actual skateboard truck rather than be a cast one-piece construction or otherwise simplified. If a user preferred a particular type of wood or decorative style that could also more easily resemble a full-scale skateboard.

Monday, December 24, 2012

Dooms day preppers list

when there is a disaster that is not what you wan't.perhaps you're prepare a package for you evacuate so that you do not panic, try to prepare things that I mentioned to you then prepared in a bag.

- Lighters
- A sharp weapon or firearm as an additional security
- Drinking water.
- Map.
- Supplies of food.
- Flashlight.
- Clothing.

if the mass riots and looters entering the house. immediately leave your home if you feel unable to deal with them, back when everyone felt it was safe.

Indonesia Strenght Power


Indonesia Military Strength


Map of Indonesia
 Total Population: 245,613,043 [2011]
 Available Manpower: 129,075,188 [2011]
 Fit for Service: 107,538,660 [2011]
 Of Military Age: 4,455,159 [2011]
 Active Military: 438,410 [2011]
 Active Reserve: 400,000 [2011]


 LAND ARMY

 Total Land Weapons: 1,577
 Tanks: 335 [2011]
 APCs / IFVs: 691 [2011]
 Towed Artillery: 59 [2011]
 SPGs: 0 [2011]
 MLRSs: 42 [2011]
 Mortars: 350 [2011]
 AT Weapons: 100 [2011]
 AA Weapons: 100 [2011]
 Logistical Vehicles: 1,101

 AIR POWER

 Total Aircraft: 510 [2011]
 Helicopters: 168 [2011]
 Serviceable Airports: 684 [2011]


 RESOURCES

 Oil Production: 1,023,000 bbl/Day [2011]
 Oil Consumption: 1,115,000 bbl/Day [2011]
 Proven Reserves: 4,050,000,000 bbl/Day [2011]

Partial Sources: US Library of Congress; Central Intelligence Agency


View the US Military Pay Chart
 LOGISTICAL

 Labor Force: 116,500,000 [2011]
 Roadway Coverage: 437,759 km
 Railway Coverage: 5,042 km

 FINANCIAL (USD)

 Defense Budget: $4,740,000,000 [2011]
 Reserves of Foreign Exchange & Gold: $96,210,000,000 [2011]
 Purchasing Power: $1,030,000,000,000 [2011]

 GEOGRAPHIC

 Waterways: 21,579 km
 Coastline: 54,716 km
 Square Land Area: 1,904,569 km
 Shared Border: 2,830 km


 NAVAL POWER

 Total Navy Ships: 136
 Merchant Marine Strength: 1,244 [2011]
 Major Ports & Terminals: 9
 Aircraft Carriers: 0 [2011]
 Destroyers: 0 [2011]
 Submarines: 2 [2011]
 Frigates: 6 [2011]
 Patrol Craft: 31 [2011]
 Mine Warfare Craft: 12 [2011]
 Amphibious Assault Craft: 8 [2011]